Izinkan Aku Merenung

Karya Edwin CassanovaSifat  manusia, senang disenangi, senang dipuji, senang diperhatikan senang…..senang……senang…..tidak  ada yang salah kok itu manusiawi, sangat manusiawi malah. Hanya saja terkadang rasa senang tadi malah jadi faktor penghambat kita untuk lebih baik karena kita merasa sudah ter….,baik, sempurna, sukses, sudah…sudah…sudah…. Dan akhirnya  yang telah dicapai sudah sampai situ saja karena sudah “finish” karena sudah sampai tujuan, tanpa ada aksi setelahnya, malas, enggan mencari hal lain yang lebih fresh, lebih baru lebih inovatif. Sedangkan orang yang memuji kita sudah mulai mengejar kita selangkah….selangkah…selangkah…. sekejap saja telah melampaui kita. Padahal manusia enggan tersaingi, enggan terlampaui, enggan ada yang ter- dari dirinya. Bukan masalah kompetisi, bukan masalah perlombaan, bukan masalah siapa yang ter- siapa yang lebih. Ini hanya masalah pencapaian, kesampingkan dulu hal lain fokus pada satu hal saja apa yang terbaik untuk kita.

Manusia enggan dicela, enggan dihina, enggan dimarahi, enggan digurui enggan….enggan….enggan….. tidak  ada yang salah kok itu manusiawi, sangat manusiawi malah. Hanya saja jangan sampai celaan itu, hinaan itu, marah itu, guru itu… jadi faktor yang membuat kita “finish” karena merasa paling tercela, terhina Ter…ter…ter…. Tinjau apa yang menjadi faktor tercelanya kita, terhinanya kita, termarahi-nya kita lalu perbaiki,  suatu saat manusia yang  mencela kita, menghina kita, memarahi kita, telah kita lampaui, Padahal manusia enggan tersaingi, enggan terlampaui, enggan ada yang ter- dari dirinya. Bukan masalah kompetisi, bukan masalah perlombaan, bukan masalah siapa yang ter- siapa yang lebih. Ini hanya masalah pencapaian, kesampingkan dulu hal lain fokus pada satu hal saja apa yang terbaik untuk kita.

Pada saat itu kepada siapa kita harus berterimakasih? Kepada yang memuji kita padahal manusia senang disenangi, senang dipuji, senang diperhatikan senang…..senang……senang….. Atau pada orang yang mencela kita padahal manusia Manusia enggan dicela, enggan dihina, enggan dimarahi, enggan digurui enggan….enggan….enggan…..

Manusia adalah mahluk, benda yang dibuat, benda yang tidak bisa menjadikan diri sendiri tetapi ada yang Membuat. Jadi manusia dibuat tergantung si Pembuat mau jadi apa, kapan waktu pembuatannya, bentuknya seperti apa, disimpan dimana dan kapan waktunya nanti dibuang. Tapi manusia diberi pilihan dalam hal-hal tertentu maka kita bisa berusaha, berjuang, bercita-cita hasil akhir dan selebihnya  kita serahkan pada yang Membuat.

Lembang 13 Juli 2011

Iklan
Dikirimkan di Umum

12 tanggapan untuk “Izinkan Aku Merenung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s