Benarkah Gelar Haji = Warisan Kolonial ?

Judulnya bikin kaget? Baca dulu artikel ini sampai tuntas ya, Saudaraku yang Muslim pasti faham Menunaikan ibadah Haji ke Tanah Haram adalah rukun Islam yang kelima, bagi yang mampu dengan Syarat sah,Wajib dan rukun serta ketentuan lainnya yang harus terpenuhi maka sah-lah seorang Muslim menunaikan Rukun Islam yang kelima. Setelah itu yang bersangkutan diharapkan menjadi Haji Mabrur. Ada lagi? Saya kira sudah cukup , wah ada yang ngasih tau tuh katanya ada yang kurang, gelar Haji nya belum, karena biasanya sejauh ini yang saya tahu hanya di Indonesia seseorang yang telah pulang Ibadah Haji akan dipanggil Pak Haji atau Bu Haji, karena diluar negeri sampai saat ini Mike Tyson tidak;belum saya mendengar di sebut H. Malik Abdul Azis atau Saddam Husein saya juga yakin (beliau telah berhaji) tidak bergelar H. Saddam Husein dan masih banyak lagi yang bisa dijadikan contoh. Atau kita ambil contoh yang paling Mulia Rasululloh dan para sahabat yang yakin seyakin-yakinnya telah Berhaji tapi pernah sebut Haji dalam namanya.
Ungkapan seperti judul di atas sebenarnya sudah lama saya dengar dari rekan saya, pernyataan yang simple namun cukup menggelitik dan menggoda untuk ditelusuri, Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, Rukun Islam ada 5
1. Syahadat
2. Shalat
3. Zakat
4. Shaum di Bulan Ramadhan
5.Menunaikan Ibadah haji

Saya tidak pintar menjelaskan , kita to the point saja pertanyaannya sederhana saja begini, kalo Rukun yang kelima mendapat gelar Haji bagaimana dengan Rukun Lain yang 4 ? Ok Stop dulu… Yang saya maksud gelar yang di sertakan dalam nama misalnya H. Umar, Drs H. Umar, KH Umar, Ir.H Umar, Prof DR. H. Umar Dsb simple kan, atau ada pendapat lain? Gelar-gelar yang menyertai H adalah hasil sekolah, bersertifikat/berijazah.
Saya tidak bermaksud “mengganggu” gelar haji hanya saya penasaran darimana asal gelar Haji ini, mari kita sejenak flashback ke zaman perjuangan bagaimana Pesantren dalam memimpin pergerakan melawan penjajah Belanda banyak sekali referensi yang akan kita temukan telaahpesantren.blogspot.com, pesantren kemerdekaan indonesian dll silahkan cari. Dapat kita lihat bagaimana kerasnya penolakan dan perlawanan pihak Pesantren terhadap Penjajah Belanda tanpa henti dan terus tumbuh, tetu saja hal ini menjadi suatu PR yang cukup berat bagi Penjajah. Mudahnya begini, pesantren biasanya dipimpin oleh seorang Alim ulama, seorang Kyai yang biasanya juga telah menunaikan Ibadah Haji saat itu jumlah jemaah haji dibatasi mungkin untuk mempermudah pendataan dan disinilah campur tangan penjajah setiap orang yang telah pulang berhaji akan di beri gelar Haji untuk memudahkan mereka melacak, menandai dan mengawasi para pemimpin Pesantren jikalau suatu saat ada pergerakan atau mereka anggap pemberontakan dari kalangan Pesantren maka mereka tinggal mencari Pak Haji.
Terlepas dari itu semua, saya yakin akan ada perbedaan pendapat dalam hal ini, saya hanya melemparkan wacana dari kepenasaran saya tanpa bermaksud apapun dan saya sengaja tidak mencari referensi langsung untuk ini untuk menjaga terbelahnya opini saya ini. Mudah-mudahan bisa membuat saya merenung lagi Wassalam

About Ayahnieda

hanya seorang blogger yang tertarik internet marketing dan bisnis online, bertempat tinggal di Lembang. Orang Sunda Asli. Suami dari seorang Istri, baru punya satu putri dan ingin tambah lagi tapi bukan istri. Hobby membaca dan menulis Blog,. Bekerja paruh waktu namun banyak sampingan, kadang nerima order bikin web, kadang cetak undangan, kadang fotografer, kadang videografer, kadang nyervis hape dan komputer, ikut ngecor dirumah tetangga dan masih banyak lagi. Banyak kegiatan untuk menambah pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: